kursor

LOL - Rage Face Comics
Free Clock

Senin, 22 Desember 2014

Pengorganisasian Struktur Manajemen

Pengorganisasian (Organization)
Pengorganisasian merujuk kepada proses menetapkan kegunaan bagi semua sumber organissi secara tersusun dalam sistem pengurusan (Certo, 1997: 228). Fokus utama proses pengorganisasian ialah dalam menetukan apa yang pekerja secara perseorangan akan buat dalam sebuah organisasi dan bagaimana usaha mereka secara perseorangan itu seharusnya digabungkan mengikuti cara yang paling baik bagi menjamin tercapainya matlamat organisasi.
Walaupun definisi pengorganisasian yang telah dikemukakan, pengorganisasian secara umum boleh dianggap sebagai proses membuat keputusan mengenai cara yang terbaik untuk mengumpulkan, mengagihkan dn menyelaraskaan aktivi-aktivi dan sumber-sumber organisasi agar matlamatnya dapat dicapai.
Berikut ini merepakan definisi pengorganisasian menurut para ahli :
  1. Menurut Hellriegel dan Slocum (1996:9). Pengorganisasian adalah proses pembentukan struktur perhubungan yang membolehkan pihak pengurusan melaksanakan pelan dan seterusnya memnuhi matlamat organisasi.
  2. Menurut Stoner et al (1995:11). Pengorganisasian adalah proses menyusun dan mengagihkan kerja, autoriti dan sumber di kalangan ahli organisasi supaya mereka dapat mencapai matlmatnya.
  3. Menurut Bartol & Martin (1994:7). Pengorganisasian adalah proses mengagihkan dan menyusun sumber manusia dan bukan manusia supaya pelan dapat dilaksanakan dengan jayannya.
Jenis-jenis Organisasi menurut Tosi, Rizzo, Carroll :
  1. Organisasi Mekanistik (OM)
  2. Organisasi Organik (OO)
  3. Organisasi Campuran Dominansi Teknologi (OCDT)
  4. Organisasi Campuran Dominansi Pasar (OCDP)
  1. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi adalah kesesuaian pembagian pekerjaan antara struktur dan fungsi, di mana terjadi penumpukan atau kekosongan pelaksaan pekerjaan, dan ada tidaknya hubungan dan urutan di antara unit-unit kerja yang ada.
Pengertian struktur organisasi menurut para ahli adalah sebagai berikut:
  1. Menurut Gomez-Mejia dkk (2004). Struktur Organisasi adalah hubungan formal maupun informal antaranggota suatu organisasi.
  2. Menurut Robbins (2004). Struktur Organisasi adalah menjelaskan tentang bagaimana suatu tugas atau pekerjaan secara formal dibagi, dikelompokan, dan di koordinasikan.
  3. Menurut Thompson dan Strickland (1993). Berpendapat bahwa struktur organisasi yang tepat bagi suatu organisasi sangat tergantung pada strategi bisnis yang dipilih.
Saat ini terdapat 6 macam struktur organisasi yang biasa dijumpai dalam suatu organisasi, yaitu:
  1. Struktur Garis
Struktur ini merupakan struktur organisasi yang paling tua dan sederhana, di mana kekuasaan mengalir secara vertikal dari tingkat yang paling atas, melalui tingkat menengah, dan sampai di tingkay bawah. Aktivitas pada organisasi ini biasannya diasoslasikan secaa langsung dengan pencapaian tujuan utama perusahaan
  1. Struktur Garis dan Staf
Struktur ini hampir sama dengan struktur garis, dengan satu dimensi tambahan berupa aktivitas staf ahli yang mendukung aktivitas struktur garis dengan memfasilitasi pencapaian tujuan utama organisasi. Adapun karakteristik wewenang langsung maupun aktivitas secara langsung berhubungan dengan pencapaian tujuan utama perushaan dari struktur garis masih ada
  1. Struktur Fungsional
Struktur ini banyak ditemukan pada organisasi atau perusahaan yang mempunyai area spesialis sebagai dasar eksistensi sebuah departemen. Misalnya, pada perusahaan industri area spesialisasi dapat di klasifikasikan sebagai berikut: produksi, penjualan, pemasaran keuangan, hubungan masyarakat, dan lain sebagainya.
  1. Struktur Produk
Struktur ini digunkan jika perusahaan memutuskan untuk menggunakan produk yang mereka hasilak sebagai dasar penetapan atau pembuatan struktur organisasi sebuah perusahaan
  1. Struktur Komite
Meskipun tidak semua sependapat bahwa struktur komite merupakan salah satu jenis struktur perusahaan, struktur ini memberikan fungsi utama pada kebanyakan perusahaan
  1. Struktur Matriks
Struktur ini merupakan struktur terbaru dari semua stuktur organisasi yang ada dan paling sering digunakan oleh perusahaan yang melakukan proyek yang rumit
Konflik dalam Organisasi (contoh kasus)
Dana merupakan jantung dari jalannya kegiatan operasional suatu organisasi. Di dalam pemasukkan dana suatu organisasi pasti akan adanya lebih-kurang yg terjadi di dalam dana fisik dengan dana nonfisik (dana yg tercantum dalam pembukuan). Terkadang hal itu terjadi dikarenakan 2 hal; akuntannya yg tidak jujur, atau memang dana itu hilang atau terjai kesalahandipembukuan.
Lalu bagaimana cara penyelesaiannya ? Penyelesaiannya, yg namanya masalah uangadalah masalah yg memang paling sulit. Intinya, pemimpin tertinggi harus cerdik dalam merekrut akuntan untuk organisasi yg dijalakannya, maka dari awal perlu dipilih orang yang memiliki jiwa kejujuran yang tinggi. Seandainya yg terjadi, memang dana itu hilang atau terjadi kesalahan di dalam pembukuan, sebagai pemimpin tertinggi kita harus tegas terhadap bawahannya. Akuntan harus mengganti dana yg hilang dengan memotong gajinya, sehingga akuntan akan lebih berhati2 dalam bekerja. Dalam cara ini, pemimpin bukannya kejam, akan tetapi mau mendisiplinkan bawahannya dengan aturan yg tepat. Jika yg terjadi adalah dana itu dirampok, dan sudah jelas pemimpin tahu dana itu hilang karena dirampok. Tidak baik juga aturan sebelumnya dilaksanakan. Apalagi jika dana yg hilang cukup besar. Disini pemimpin harus bijaksana dalam mengambil keputusan, sebaiknya masukkan saja dana yg hilang itu ke dalam pembukuan sebagai biaya lain-lain.Dengan demikian, sang akuntan pun akan merasa bersalah karena dia tidak dapat menjaga dana tersebut dengan baik, sehingga dia akan bekerja lebih baik dan memiliki rasa hutang budi terhadap pemimpinnya.
Kesimpulannya: memiliki pengorganisasian dan struktur organisasi dalam suatu perusahan memang hal wajib, terbukti dengan kasus diatas seorang akuntan dibutuhkam daam sebuah pengorganisasian dalam bidang keuangan. Tanpannya keuangan di perusahan sudah pasti tidak bisa teratur dan banyak kecurangan dan struktur organisasi dari sang atasan lah yang paling berwenang dalam mengambil sebuah tindakan pada bawahannya yang melakukan kelalaian

Sumber:
  • Samba, S.Kp, M.Kes, Suharyati dra. Dkk. 1994. PENGANTAR KEPEMIMPINAN
DAN MANAJEMENKEPERAWATAN UNTUK PERAWAT KLINIS. Jakarta: buku kedokteran EGC
  • Nasarudin, Aizzat Mohd. 2006. Pengantar Pengurusan. Kuala Lumpur: Utusan
Publications & Distributors Sdn Bhd Pusat Pengajian Pendidikan Jaraj Jauh Universitas Sains Malaysia
  • Tangkilisan, Hessel Nogi S. 2005. Manajemen Publik.
Jakarta: PT Grasindo
  • Munandar, Ashar Sunyoto. 2008. PSIKOLOGI INDUSTRI dan ORGANISASI.
Jakarta: Universitas Indonesia
  • Griffin, Ricky W & Ebert, Ronald J. 2007.
Jakarta: Erlangga
  • Sukoco, Badri M. 2007. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern.
Jakarta: Erlangga

KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN: Definisi komunikasi interpersonal efektif, Model pengolahan informasi, Model interaktif manajemen

KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN: Definisi komunikasi interpersonal efektif, Model pengolahan informasi, Model interaktif manajemen
  1. Definisi Komunikasi Interpersonal Efektif ; componential & situational.
Komunikasi interpersonal diistilahkan sebagai komunikasi yang tetrjadi antara beberapa individu (bukan banyak individu) yang saling kenal satu sama lainnya dalam periode waktu tertentu. Degnan kata lain, seseorang akan memandang individu lain sebagai seorang yang unik, tergantung dari kualitas hubungan interpersonal dengan orang tersebut. Dengan demikian, ada fakta yang harus kita perhatikan, bahwa dalam berkomunikasi perhatian kita justru lebih tertuju kepada figur orang yang berkomunikasi dengan kita. Dari perbedaan latar belakang pendidikan, latar belakang budaya, perbedaan kemampuan, perbedaan karakter dari tiap orang dan faktor-faktor lainnya akan mempengaruhi tingkat keefektifan komunikasi.
Berkomunikasi dengan orang lain baik secara tatap muka langsung maupun dalam kelompok, dengan menggunakan berbagai media, yang disebut komunikasi interpersonal.
  1. Definisi berdasarkan komponen(componential)
Definisi berdasarkan komponen menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya dalam hal ini, peyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera.
  1. Definisi berdasarkan hubungan diadik(dyadic)
Komunikasi antar pribadi (interpersonal comunication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap para pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun non verbal. Komunikasi antar pribadi ini adalah komunikasi diadik yang melibatkan hanya dua orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru murid. Ciri-ciri komunikasi diadik adalah pihak-pihak yang berkomunikasi berada dalam jarak yang dekat, pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerima pesan secara spontan.
  1. Definisi berdasarkan pengembangan(developmental)
Komunikasi antar pribadi dilihat sebagai akhir dari perkembangan dari komunikasi yang bersifat tak pribadio atau interpersonal. Pada suatu ekstrim menjadi komunikasi pribadi atau intim pada ekstrim yang lain. Perkembangan ini mengisyaratkan atau mendefinisikan pengembangan komunikasi antar pribadi.
  1. Model Pengolahan Informasi ; rational, limited capacity, expert, dan cybermatic.
Model-model Pengolahan Informasi pada dasarnya menitikberatkan pada cara-cara memperkuat dorongan-dorongan internal (datang dari dalam diri) manusia untuk memahami dunia dengan cara menggali dan mengorganisasikan data, merasakan adanya masalah dan mengupayakan jalan pemecahannya, serta mengembangkan bahasa untuk mengungkapkannya. Model Pengolahan informasi berorientasi pada :
  1. Proses Kognitif
  2. Pemahaman Dunia
  3. Pemecahan Masalah
  4. Berpikir Induktif
  1. Model interaktif manajemen.
  2. Confidence
Dalam manajemen timbulnya suatu interaksi karena adanya rasa nyaman. Kenyamanan tersebut dapat membuat suatu organisasi bertahan lama dan menimbulkan suatu kepercayaan dan pengertian.
  1. Immediacy
Ini adalah model organisasi yang membuat suatu organisasi tersebut menjadi segar dan tidak membosankan
  1. Interaction management
Adanya berbagai interaksi dalam manajemen seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang bersangkutan
  1. Expressiveness
Mengembangkan suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku.
  1. Other-orientation
Dalam hal ini suatu manajemen organisasi berorientasi pada pegawai.
Dapus:
Joseph A. Devito, Komunikasi Antar Manusia .Jakarta:
Profesional book, edisi 5, Hal. 231.
Handoko, T. Hani. (1986). Manajemen. Yogyakarta:
BPFE hal 296.
Hasibuan, M. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia.
Jakarta: Bumi Askara Jakarta.

Minggu, 05 Oktober 2014

Minggu ke 1

Minggu 1
 
Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20.  Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga , yaitu:
  1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
  2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
  3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
    Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
    Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan , http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen

Kamis, 10 Juli 2014

Kesehatan Mental Perubahan Diri

Mengarahkan perubahan diri
Meningkatan kontrol diri
Pengendalian diri sebagai perilaku yang dipelajari
Perilaku disini tidak hanya merujuk untuk perilaku terbuka tetapi untuk semua proses internal dan eksternal dan kegiatan yang dapat diamati dan diukur. Titik utama Skinner adalah perilaku yang terdiri dari kemampuan kita untuk mengendalikan diri dapat dimodifikasi oleh prinsip yang sama seperti perilaku lain. Perilaku mengendalikan diri terutama dipelajari dan dengan demikian lebih rentan terhadap perubahan.
Kesadaran akan pengaruh lingkungan
Orang-orang yang bergantung pada prinsip-prinsp modifikasi perilaku stres perlu juga “outsight” atau kesadaran dan penguasaan pengaruh eksternal perilaku.
Mengubah isyarat dan konsekuensi dari perilaku.
Dua jenis variabel pengendalian atau pengaruh sangat penting untuk perilaku, yaitu  isyarat yang memicu perilaku dan konsekuensi yang mengikutinya. Beberapa syarat di sekeliling kita atau di dalam diri kita dapat memicu apa yang kita katakan dan kita lakukan dan seringkari kita hanya samar-samar dalam menyadari ini. Seringkali konsekuensi dari perilaku kita mengerahkan pengaruh yang lebih pada apa yang kita lakukan.
Menetapkan tujuan
Mendefinisikan perilaku sasaran Anda
Sangat penting untuk menentukan target perilaku dalam hal perilaku. Kita ingin mengurangi atau menghilangkan masalah perilaku (perilaku negatif) dan meningkatkan perilaku yang positif.
Menetapkan tujuan yang dapat dicapai
Membuat program perbaikan diri untuk memilih tujuan yang terlalu ambisius atau tidak realistis.
Pencatatan perilaku
Setelah kamu menetapkan tujuan, penting untuk memperhatikan perilakumu sekarang sebagai basis (landasan) untuk mengukur progresnya nanti. Ada tiga cara untuk mencatat, yang pertama itu frequency count (menghitung seberapa seringnya) contohnya itu menghitung jumlah kalori yang kita konsumsi atau berapa kali kamu berbicara dalam kelas. Yang kedua measure of the duration or amount of time invested in the behavior (mengukur durasi atau waktu ketika melakukan perilaku), teknik ini lebih sulit, tapi lebih pantas ketika perilaku tidak dapat dengan mudah dipecah menjadi peristiwa yang terpisah. Contohnya seperti berapa lama tidur, belajar, dan bekerja. Yang ketiga adalah counting the products of the behavior (menghitung hasil dari perilaku) seperti ruangan yang bersih, tugas yang sudah selesai dan uang yang diperoleh.
Menyaring antisenden perilaku
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, banyak perilaku terjadi karenakan rentetan peristiwa (chain behavior). Seperti merokok, itu cenderung sering terjadi ketika individu gugup, bosan dll. Kondisi ini disebut antisenden. Ketika tujuan kamu adalah menghilangkan perilaku yang tidak dinginkan, strategi terbaik adalah dengan mengurangi antisenden tersebut. Dan ketika kamu mencoba untuk menetapkan perilaku yang dinginkan sebaiknya kamu membuat/membangun antisenden dan asosiasi yang memicu perilaku yang diinginkan tersebut.
Menyusun konsekuensi yang efektif
Setelah kamu mulai mengontrol beberapa kondisi yang memicu target perilakumu, kamu siap untuk lebih memperhatikan konsekuensi dari perilakumu.
Kita tidak memberi imbalan kepada diri kita sendiri dengan reinforcers (penguat) sampai kita bisa melihatkan target perilaku yang ingin kita kuatkan. Reinforcers itu sendiri adalah apapun yang memperkuat perilaku. Ada dua macam reiforcers yang pertama positive reinforcment syang memperkuat perilaku yang diberikan langsung. Yang kedua negative reiforcement terdiri dari mengurangi atau menghilangkan stimulus yang tidak menyenangkan seperti cemas.
Memilih reinforcer adalah tindakan yang sangat pribadi. Pada dasarnya, reinforcer yang efektif harus memiliki beberapa kriteria. Yang pertama harus sesuatu yang menguatkan untuk kamu. Yang kedua apakah reinforcer itu mudah dikendalikan. Yang ketiga adalah reiforcer itu harus kuat.
Menerapkan perencanaan yang efektif
Pada poin ini kamu sudah siap untuk menetapkan keseluruhan rencanamu ke tindakan. Tapi, sebelum kamu memulai, penelitian sudah menunjukkan bahwa kamu harus berhati-hati kepada dua hal: persetujuan dengan dirimu tentang tujuanmu dan reinforcers yang kamu gunakan. Dengan tujuan untuk mempunyai pertujuan yang jelas dengan dirimu sendiri tentang apa yang hendak kamu selesaikan, kamu harus membuat self-contract. Yang didalamnya harus terdapat:
Penjelasan yang jelas tentang terget perilaku ang hendak di capai, termasuk batas waktu programmu.
Reinforcers yang akan kamu gunakan, bersamaan dengan jadwal digunakannya.
Klausa bonus untuk tambahan positive reinforcement jika kamu melampaui batas minimal kontrakmu.
Klausa pinalti jika kamu tidak memenuhi kontrakmu dalam waktu yang sudah ditentukan.
Cara-cara yang akan anda gunakan untuk mencatat perilaku anda.
Saksi mata, minimal satu orang, terutama jika mereka membantumu.
idealnya adalah kamu menggunakan reinforcers segera setelah kamu melakukan perilaku yang kamu inginkan.
Evaluasi
Akan ada hari yang baik dan buruk ketika melakukan self-impovement (perbaikan diri sendiri). Sering sekali orang-orang cenderung meremehkan peningkatan mereka dikarenakan tidak secepat yang mereka inginkan. Beberapa perubahan dalam perilaku terjadi secara berangsur-angsur dan memerlukan kesabaran yang besar. Ketika peningkatan mereka megecewakan, ada beberapa hal yang menjadi kesalahan. Yang paling sering dikarenakan kekurangan sasaran perilaku yang di tetapkan, kesalahan dalam catatan, atau gagal dalam menggunakan reinforcement dengan benar. Problem pertama biasanya terdiri dari target perilakunya terlalu biasa. Yang kedua adalah ketika melakukan renforcement. Tidak membuat reinforcement kontigan pada perilaku anda, yang pada dasarnya adalah kecurangan pada diri anda.
Banyak orang yang sukses dalam upaya meningkatkan perubahan diri sering mencapain pada poin dimana mereka berhenti mengikuti program mereka. Beberapa bulan setelah menyelesaikan program self-modification, banyak siswa yang malu mengebai tidak lagi menyimpan catatan atau menggunakan renforcers. Tapi, mereka juga tidak terganggu oleh problem perilaku mereka.
Ide yang bagus untuk menghapus program anda secara sengaja dan bertahap. Daripada tiba-tiba berhenti dari catatan atau renforcers anda, anda seharusnya beralih dengan cara mengurangi sedikit demi sedikit reinfocementnya.
Sukses dalam mencapai kontrol diri yang baik adalah persoalan yang relatif. Mereka yang sudah mencapai tujuan mereka cenderung untuk mendukung lebih baru, lebih ambisus. Namun, individu yang belum sukses bisa belajar dari kesalahannya.
Studi kasus : Seseorang yang sedang mengalami stres atau tekanan cenderung akan makan banyak, ini termasuk antisenden. Menghitung berapa kali ia stres dan berapa asupan kalori yang ia makan. Disini tujuannya adalah menghilangkan perilaku makan berlebih saat mengalami stres. Reinforce yang ia gunakan adalah dengan mengurangi makan berlebih yang terkadang membuat ia cemas. Selanjutnya self-contract ia melakukan ini dengan maksimal 5 kali ia mengalami stres dan harus ada perubahan asupan makan saat stres dan meminta salah satu anggota keluarga mencatatnya sebagai saksi.

Rabu, 02 Juli 2014

Tips tips harmonis rumah tangga

Amalia Septiana 10512687
2PA03
Hasil wawancara saya terhadap pasangan suami isteri yang pernikahannya lebih dari 5 tahun yang tetap harmonis.
Saya mewawancarai pasangan suami isteri yang usia pernikahannya berjalan 9 tahun. Menurut mereka untuk mempertahankan keharmonisan keluarga mereka yaitu dengan saling percaya, saling jujur dan mempunyai quality time family.
Yang pertama saling percaya mereka berkata kepercayaan terhadap pasangan sangat penting adanya agar tidak timbul berbagai masalah dan tetap harmonis.
Yang kedua saling jujur, hal ini juga menjadi bagian yang penting mereka dalam menjaga keharmonisan keluargnya, misalnya kejujuran saat ada sesuatu masalah yang terjadi terhadap pasangan atau terhadap masalah lainnya.
Yang paling penting adalah mempunyai quality time family. Setiap seminggu sekali mereka berkumpul untuk hanya sekedar jalan jalan atau berekreasi ke taman, agar suasana rumahtangga tidak membosankan dan tetap menjaga keharmonisan mereka.
Sekian hasil wawancara yang saya dapatkan dari mereka. Semoga tips tips nya bermanfaat. Terimakasih.

Minggu, 27 April 2014

Kisah kesehatan mental berdasarkan teori Gordon Allport

Gordon Allport
Kepribadian yang matang Oleh Gordon Allport:
Saat ini teori-teori Allport (tentang kepribadian yang sehat) tetap relevan. 
Berikut adalah tujuh kriteria dari Allport tentang sifat-sifat khusus kepribadian yang sehat:
1.      Perluasan Perasaan Diri
ketika seseorang menjadi matang, ia mengembangkan perhatian-perhatian di luar diri. Tidak cukup sekadar berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang di luar diri. Lebih dari itu, ia harus memiliki partisipasi yang langsung dan penuh, yang oleh Allport disebut "partisipasi otentik". Dalam pandangan Allport, aktivitas yang dilakukan harus cocok dan penting, atau sungguh berarti bagi orang tersebut. Jika menurut kita pekerjaan itu penting, mengerjakan pekerjaan itu sebaik-baiknya akan membuat kita merasa enak, dan berarti kita menjadi partisipan otentik dalam pekerjaan itu. Hal ini akan memberikan kepuasan bagi diri kita. Orang yang semakin terlibat sepenuhnya dengan berbagai aktivitas, orang, atau ide, ia lebih sehat secara psikologis. Hal ini berlaku bukan hanya untuk pekerjaan, melainkan juga hubungan dengan keluarga dan teman, kegemaran, dan keanggotaan dalam politik, agama, dan sebagainya.
2.      Relasi Sosial yang Hangat
Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang lain, yaitu kapasitas untuk mengembangkan keintiman dan untuk merasa terharu. Orang yang sehat secara psikologis mampu mengembangkan relasi intim dengan orangtua, anak, pasangan, dan sahabat. Ini merupakan hasil dari perasaan perluasan diri dan perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik. Adaperbedaan hubungan cinta antara orang yang neurotis (tidak matang) dan yang berkepribadian sehat (matang). Orang-orang neurotis harus menerima cinta lebih banyak daripada yang mampu diberikannya kepada orang lain. Bila mereka memberikan cinta, itu diberikan dengan syarat-syarat. Padahal, cinta dari orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat.
Jenis kehangatan yang lain, yaitu perasaan terharu, merupakan hasil pemahaman terhadap kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Orang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan, penderitaan, ketakutan, dan kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia.
3.      Keamanan Emosional
Kualitas utama manusia sehat adalah penerimaan diri. Mereka menerima semua segi keberadaan mereka, termasuk kelemahan-kelemahan, dengan tidak menyerah secara pasif terhadap kelemahan tersebut. Selain itu, kepribadian yang sehat tidak tertawan oleh emosi-emosi mereka, dan tidak berusaha bersembunyi dari emosi-emosi itu. Mereka dapat mengendalikan emosi, sehingga tidak mengganggu hubungan antarpribadi. Pengendaliannya tidak dengan cara ditekan, tetapi diarahkan ke dalam saluran yang lebih konstruktif. Kualitas lain dari kepribadian sehat adalah "sabar terhadap kekecewaan". Hal ini menunjukkan bagaimana seseorang bereaksi terhadap tekanan dan hambatan atas berbagai keinginan atau kehendak. Mereka mampu memikirkan cara yang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama. Orang-orang yang sehat tidak bebas dari perasaan tak aman dan ketakutan. Namun, mereka tidak terlalu merasa terancam dan dapat menanggulangi perasaan tersebut secara lebih baik daripada kaum neurotis.
4.      Persepsi Realistis
Orang-orang sehat memandang dunia secara objektif. Sebaliknya, orang-orang neurotis kerapkali memahami realitas disesuaikan dengan keinginan, kebutuhan, dan ketakutan mereka sendiri. Orang sehat tidak meyakini bahwa orang lain atau situasi yang dihadapi itu jahat atau baik menurut prasangka pribadi. Mereka memahami realitas sebagaimana adanya.
5.      Keterampilan dan Tugas
Allport menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya menenggelamkan diri di dalam pekerjaan tersebut. Kita perlu memiliki keterampilan yang relevan dengan pekerjaan kita, dan lebih dari itu harus menggunakan keterampilan itu secara ikhlas dan penuh antusiasme. Komitmen pada orang sehat atau matang begitu kuat, sehingga sanggup menenggelamkan semua pertahanan ego. Dedikasi terhadap pekerjaan berhubungan dengan rasa tanggung jawab dan kelangsungan hidup yang positif. Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup. Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis tanpa melakukan pekerjaan penting dan melakukannya dengan dedikasi, komitmen, dan keterampilan.
6.      Pemahaman Diri
Memahami diri sendiri merupakan suatu tugas yang sulit. Ini memerlukan usaha memahami diri sendiri sepanjang kehidupan secara objektif. Untuk mencapai pemahaman diri yang memadai dituntut pemahaman tentang dirinya menurut keadaan sesungguhnya. Jika gambaran diri yang dipahami semakin dekat dengan keadaan sesungguhnya, individu tersebut semakin matang. Demikian juga apa yang dipikirkan seseorang tentang dirinya, bila semakin dekat (sama) dengan yang dipikirkan orang-orang lain tentang dirinya, berarti ia semakin matang. Orang yang sehat terbuka pada pendapat orang lain dalam merumuskan gambaran diri yang objektif. Orang yang memiliki objektivitas teradap diri tak mungkin memproyeksikan kualitas pribadinya kepada orang lain (seolah orang lain negatif). Ia dapat menilai orang lain dengan seksama, dan biasanya ia diterima dengan baik oleh orang lain. Ia juga mampu menertawakan diri sendiri melalui humor yang sehat.
7.      Filsafat Hidup
Orang yang sehat melihat ke depan, didorong oleh tujuan dan rencana jangka panjang. Ia memiliki perasaan akan tujuan, perasaan akan tugas untuk bekerja sampai tuntas sebagai batu sendi kehidupannya. Allport menyebut dorongan-dorongan tersebut sebagai keterarahan (directness). Keterarahan itu membimbing semua segi kehidupan seseorang menuju suatu atau serangkaian tujuan, serta memberikan alasan untuk hidup. Kita membutuhkan tarikan yang tetap dari tujuan yang bermakna. Tanpa itu mungkin kita mengalami masalah kepribadian.

Kisah gadis kecil pemenang olimpiade renang Qian Hongyan

Qian Hongyan adalah gadis yang mengalami kecelakaan parah setelah sebuah tabrakan mobil pada tahun 2000. Saat itu ia masih berusia 3 tahun dan dokter mengatakan bahwa dengan terpaksa kedua kakinya harus diamputasi demi keselamatannya.
Keluarga Hongyan di Zhuangxia, China, bukanlah keluarga yang cukup mampu untuk membelikannya alat-alat modern untuk menyangga tubuhnya. Maka Hongyan, tak menyerah untuk tetap 'berjalan'. 
Kedua orangtuanya memberi Hongyan sebagian potongan bola basket agar ia bisa 'berjalan'. Gadis kecil itu juga menggunakan sepasang sikat untuk melindungi tangan yang berubah menjadi kakinya. Dengan kondisi seperti itulah Hongyan pergi ke sekolah dan ke tempat-tempat lainnya. 
Hongyan sempat menerima kaki palsu, namun ia tetap lebih sering menggunakan bola basket untuk berjalan. Kondisinya ini menyentuh banyak orang di dunia dan membuatnya disebut sebagai 'Basketball Girl'. Kecelakaan mungkin telah merenggut kakinya, namun tidak dengan semangatnya untuk mewujudkan mimpi. Hongyan adalah gadis kecil dengan ketekunan dan usaha yang besar serta mampu menginspirasi bahkan bagi orang-orang yang bertubuh sempurna. 
Impian Hongyan adalah menjadi seorang perenang di Paralympics London tahun 2012. Maka ia pun mulai mencoba mengikuti berbagai lomba renang bagi orang-orang yang mengalami cacat tubuh. Ia mengaku bahwa dirinya tergerak melihat para atlet renang berlomba-lomba dan berusaha keras dalam sebuah Olimpiade renang dunia. 
Meski begitu, pelatih renangnya tak yakin bahwa Hongyan akan masuk dalam olimpiade kelas dunia. Zhang, sang pelatih awalnya tak begitu memperhatikan Hongyan. Sampai akhirnya ia menyadari talenta yang dimiliki gadis tersebut dan tekadnya yang kuat dalam olahraga renang. 
"Aku tak yakin dia akan menjadi juara dunia. Meski begitu, dia adalah perenang yang menjanjikan dan kami ingin melatihnya agar dia memiliki semangat positif dalam hidup."
Qian Hongyan mungkin belum bisa membuktikan kiprahnya, namun semangatnya selama 13 tahun dengan kondisi yang kekurangan merupakan inspirasi yang bisa kita contoh. Bagaimana sebuah kekurangan tak perlu membatasi kita dalam meraih mimpi. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.


Amalia Septiana 10512687
2PA03
Universitas Gunadarma


Rabu, 09 April 2014

Kesehatan Mental Gordon Allport



ORANG YANG MATANG - GORDON ALLPORT
Teori kepribadian dari Allport adalah psikologi individual. Allport menekankan pada keunikan individual. Ia yakin bahwa usaha untuk mendeskripsikan manusia dalam bentuk sifat yang umum, merampas keunikan individual mereka.
Orang yang sehat secara psikologis kebanyakan termotivasi oleh proses yang disadari, mempunyai perluasan atas rasa tentang diri, berhubungan dengan penuh kasih sayang dengan orang lain, menerima diri mereka apa adanya, mempunyai presepsi realistis mengenai dunia serta memiliki wawasan, humor, dan filosifi kehidupan yang menyeluruh.
PENDEKATAN ALLPORT TERHADAP KEPRIBADIAN
            Allport lebih optimistis tentang kodrat manusia daripada Freud, dan ia memperlihatkan suatu keharusan yang luar biasa terhadap manusia, sifat-sifatnya yang tampak bersumber pada masa kanak-kanaknya. Orangtuanya menekankan pentingnya kerja keras dan kesalehan. Semangat perikemanusiaan ditanamkan dalam keluarga mereka dan Allport yang muda itu didorong untuk mencari jawaban keagamaan terhadap pertanyaan-pertanyaan dan masalah-masalah kehidupan. Pengalaman-pengalaman pribadinya ini kelak tercermin dalam pandangan-pandangan teoritisnya tentang kodrat kepribadian.
            Gambaran manusia yang diutarakan Allport adalah positif, penuh harapan, dan menyanjung-nyanjung. Karena itu salah satu pendekatan yang berguna terhadap pemahaman segi pandangan psikologis Allport adalah mengemukakan tema-tema pokok dari teorinya tentang kepribadian dan menunjukkan bagaimana tema-tema itu berbeda dari apa yang terdapat pada Freud. Allport tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tak sadar – kekuatan-kekuatan yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi. Orang-orang yang sehat tidak didorong oleh konflik-konflik tak sadar dan tingkah laku mereka tidak ditentukan oleh setan-setan yang ada jauh dalam mereka. Allport percaya bahwa kekuatan-kekuatan tak sadar itu merupakan pengaruh-pengaruh yang penting pada tingkah laku orang-orang dewasa yang neurotis. Akan tetapi individu-individu yang sehat yang berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari sepenuhnya kekuatan-kekuatan yang membimbing mereka dan dapat mengontrol kekuatan-kekuatan itu juga.
            Orang-orang yang neurotis terikat dan terjalin erat pada pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak, tetapi orang-orang yang sehat(matang) bebas dari paksaan-paksaan masa lampau.  Pandangan orang yang sehat adalah ke depan, kepada peristiwa-peristiwa yang akan datang dan tidak mundur kembali kepada peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak. Segi pandangan yang sehat ini memberi jauh lebih banyak kebebasan dalam memilih dan bertindak. Dalam pandangan Allport, orang yang neurotis beroperasi dalam genggaman konflik-konflik dan pengalaman-pengalaman kanak-kanak dan kepribadian yang sehat berfungsi pada suatu taraf yang berbeda dan lebih tinggi. Allport lebih suka mempelajari hanya orang-orang dewasa yang matang dan hanya sedikit saja berbicara mengenai orang-orang yang neurotis. Karena itu kita dapat berkata bahwa sistem dari Allport hanya berorientasi pada kesehatan.

MOTIVASI KEPRIBADIAN YANG SEHAT
            Allport percaya bahwa masalah yang sangat penting bagi ahli-ahli psikologi yang mempelajari kepribadian ialah usaha untuk menerangkan motivasi. Allport berpendapat bahwa kepribadian yang sehat tidak dibimbing oleh kekuatan-kekuatan tak sadar atau pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak. Menurut Allport, motif-motif seorang dewasa bukan perpanjangan atau perluasan motif-motif masa kanak-kanak. Motif-motif orang dewasa secara fungsional otonom terhadap masa kanak-kanak yakni motif-motif itu tidak tergantung pada keadaan-keadaan asli. Kita tidak didorong dari belakang oleh kekuatan-kekuatan pendorong dengan akar-akar pada masa lampau. Malahan kita didorong terlebih dahulu oleh rencana-rencana atau intensi-intensi kita untuk masa depan. Tujuan-tujuan ini mendorong kepribadian yang matang dan memberi petunjuk yang paling baik untuk memahami tingkah laku sekarang. Mungkin seseorang ditimpa oleh masalah-masalah dan konflik-konflik (dan bahkan kepribadian yang sehat tidak sama sekali bebas dari masalah-masalah), kepribadiannya dalam arti tertentu dapat menjadi utuh dengan mengintegrasikan semua seginya untuk mencapai tujuan-tujuan dan intensi-intensi. Orang-orang yang neurotis kekurangan maksud-maksud dan tujuan-tujuan jangka panjang dan kepribadian mereka terpotong-potong menjadi subsistem-subsistem yang tak berhubungan yang kekurangan suatu fokus sentral dan kekuatan pemersatu.
            Allport percaya bahwa model reduksi tegangan ini dalam kepribadian manusia hanya sebagian benar karena tidak menjelaskan sebagian terbesar dorongan dari orang yang sehat. Organisme manusia perlu mempertahankan suatu tingkat kepuasan tertentu dari dorongan-dorongan biologis terhadap makanan, air, seks, dan tidur. (Tentu kalau kita kekurangan makanan, tegangan yang ada di dalam diri kita harus direduksikan.) Akan tetapi Allport menunjukan bahwa orang yang sehat ingin lebih banyak daripada reduksi tegangan hidup. Mengutip apa yang dikatakan Allport: Sesudah pulang dari pekerjaan, seseorang lapar dan lelah serta membutuhkan makanan dan istirahat. Tetapi apabila orang itu telah diisi lagi dan dipulihkan, selanjutnya apa lagi? Apabila orang itu sehat, maka ia membutuhkan aktivitas baru dan mulai mengerjakan suatu kegemaran,membaca sebuah buku yang membangkitkan semangat, atau pergi keluar. Manusia yang sehat memiliki kebutuhan terus menerus akan variasi, sensasi-sensasi dan tantangan-tantangan baru. Mereka tidak suka akan hal-hal yang rutin dan mereka mencari-cari pengalaman-pengalaman baru. Mereka mengambil risiko, berspekulasi, dan menyelediki hal-hal baru. Semua aktivitas ini menghasilkan tegangan. Akan tetapi Allport percaya bahwa hanya melalui pengalaman-pengalaman dan risiko-risiko yang menimbulkan tegangan baru ini, manusia dapat bertumbuh. Allport percaya bahwa dorongan dari semua orang yang sehat adalah sama. Orang yang sehat didorong ke depan oleh suatu visi dan misi masa depan dan visi itu (dengan tujuan-tujuannya yang khsusus) mempersatukan kepribadian dan membawa orang itu kepada tingkat-tingkat tegangan yang bertambah.
            Dalam pandangan Allport, kebahagiaan bukan merupakan suatu tujuan dalam dirinya sendiri. Tetapi kebahagiaan dapat merupakan hasil sampingan dari keberhasilan integrasi kepribadian dalam mengejar aspirasi-aspirasi dan tujuan-tujuan. Kebahagiaan bukan suatu pertimbangan utama bagi orang yang sehat tetapi mungkin berlaku bagi orang yang memiliki aspirasi-aspirasi yang dikejarnya secara aktif. Sesungguhnya, Allport percaya bahwa mungkin kehidupan orang yang sehat suram dan penuh dengan rasa sakit dan sedih. Allport rupanya mengemukakan bahwa meskipun subtujuan-subtujuan yang dekat dapat dicapai, namun tujuan terakhir tidak dapat dicapai. Misalnya, bagaimanapun juga berhasilnya penjelajah Amundsen dalam berbagai petualangannya, namun tujuan penjelajahannya tidak pernah dapat dipuaskan sepenuhnya. Sesudah setiap penemuan baru (pemuasan terhadap suatu subtujuan), dia segera mulai merencanakan tujuan yang berikutnya. Kehidupannya di arahkan (didorong) oleh seluruh tujuan untuk meneruskan penjelajahan, tetapi tujuan ini tidak pernah dapat dipuaskan sepenuhnya sejauh masih ada beberapa daerah lain yang belum dijelajah. Seperti kata pepatah “Semakin banyak anda mendapat, semakin banyak juga anda inginkan”. Jika kita tidak mempunyai tujuan akhir kita tidak akan memiliki lagi suatu kekuatan pendorong untuk mengarahkan kehidupan kita dan mengintegrasikan serta mempersatukan semua segi kepribadian kita. Kita harus mengembangkan suatu motif baru untuk menggantikan motif lama supaya kepribadian tetap sehat. Seperti harus menemukan minat-minat dan impian-impian baru.
            Teori Allport tentang dorongan dari kepribadian yang sehat memasukkan juga “prinsip penguasaan dan kemampuan” yang berpendapat bahwa orang-orang yang matang dan sehat tidak cukup puas dengan melaksanakan atau mencapai tingkat-tingkat yang sedang atau yang hanya memadai. Mereka didorong untuk melakukan sedapat mungkin, untuk mencapai tingkat penguasaan dan kemampuan yang tinggi dalam usaha memuaskan motif-motif mereka. Dorongan (yang bersifat konstruktif) adalah sangat penting bagi orang-orang yang sehat secara psikologis. Orang-orang yang demikian mengejar secara aktif tujuan-tujuan, harapan, dan impian-impian, dan kehidupan mereka dibimbing oleh suatu perasaan akan maksud, dedikasi, dan komitmen. Pengejaran terhadap suatu tujuan tidak pernah berakhir, apabila suatu tujuan harus dibuang, maka suatu motif yang baru harus ceat dibentuk. Orang-orang sehat melihat ke masa depan dan hidup dalam masa depan.


Diri” Dari orang yang sehat
Konsep diri (self) merupakan sutau bagian yang penting dalam setiap pembicaraan tentang kepribadian yang sehat. Baik kata maupun konsep tampaknya sederhana sampai kita mulai memeriksa bermacam-macam cara bagaimana ahli-ahli teori kepribadian berusaha menjelaskan sifat dan fungsinya.
Proprium
Proparium dapat didefinisikan dengan memikirkan bentuk sifat “propriate” seperti dalam kata “appropriate”. Proprium menunjuk kepada sesuatu yang dimiliki seseorang atau unik bagi seseorang. Proprium terdiri dari hal-hal atau proses-proses yang penting bagi pribadi, segi-segi yang menentukan seseorang sebagai yang unik. Allport menyebutnya “saya sebagaimana dirasakan dan diketahui”.
Perkembangan proprium terdiri dari susunan dari tujuh tingkat “diri”.
1. “Diri” jasmaniah, perasaan tentang diri bukan merupakan bagian dari warisan keturunan kita. Bayi tidak dapat membedakan antara diri “saya” dan dunia sekitarnya. Semakin tumbuh dewasa ia akan merasakan perbedaan sesuatu yang ada “dalam saya”. Ketika bayi menyentuh, melihat, mendengar dirinya, orang-orang lain, dan benda-benda, perbedaan itu menjadi lebih jelas, kira-kira pada usia 15 bulan. Allport menyebutnya “jangkar abadi untuk kesadaran diri kita”.
2. Identitas-diri. Anak mulai sadar akan identitasnya yang berlangsung terus sebagai seorang yang terpisah. Anak mempelajari namanya, menyadari bahwa bayangan cermin dirinya hari ini adalah dirinya yang kemarin
3. Harga-diri. Hal ini menyangkut perasaan bangga dari anak sebagai suatu hasil belajar mengerjakan benda-benda atas usahanya sendiri. Perasaan ingin tahunya mulai berkembang dan lebih agresif pada usia 2 tahun. Kemudian sekitar usia 6-7 tahun harga diri mulai ditentukan oleh semangat bersaing dengan kawan-kawan sebayanya.
4. Perluasan diri (self extension). Mulai pada usia 4 tahun anak mulai menyadari orang-orang lain dan benda-benda dalam lingkungannya dan fakta bahwa beberapa diantaranya miliknya. Tak hanya benda-benda tapi nilai-nilai dan kepercayaan-kepercayaan.
5. Gambaran diri. Hal ini menunjukan bagaimana anak melihat dirinya dan pendapatnya tentang dirinya. Gambaran ini berkembang dari interaksi antara anak an orang tua. Lewat pujian dan hukuman, anak belajar bahwa orang tuanya mengharapkan menampilkan perilaku-periaku tertentu.
6. Diri sebagai Perilaku Rasional. Setelah anak mulai sekolah tahapan ini mulai timbul. Aturan-aturan dan harapan-harapan baru dipelajari dari guru dan teman sekolah. Anakbelajar bahwa dia dapat memecahkan masalah dengan menggunakan proses logis and rasional.
7. Perjuangan Proprium (Propriate Striving). Tingkat terakhir ini timbul perjuangan proprium. Dari semua hal diatas, harapan-harapan orang itu mendorong kepribadian yang matang. “ Sasaran-saran yang menentukan” ini dalam pandangan Allport sangat penting untuk kepribadian yang sehat.
Perkembangan Kepribadian yang Sehat
Allport tidak menggambarkan perkembangan kepribadian menurut tingkat-tingkat yang jelas, seperti halnya dengan perkembangan diri. Kekurangan perhatian terhadap perkembangnan kepribadian ini adalah sesuai dengan kepercayaannya bahwa kepribadian dewasa lebih merupakan fungsi dari masa sekarang dan masa yang akan datang seseorang daripada masa lampaunya.
Allport memperhatikan hubungan antara bayi dan ibunya, khususnya dengan banyaknya keamanan dan kasih sayang yang diberikan ibu terhadap anak. Apabila anak menerima keamanan dan kasih sayang yang cukup maka pertumbuhan psikologis positif terjadi sepanjang tingkat munculnya diri. Apabila tidak menerima cukup mak a anak akan agresif, suka menuntut, iri hati, egosentris, dan pertumbuhan psikologisnya berkurang.
Kriteria Kepribadian yang Matang
1. Perluasan Perasaan Diri
Mula-mula diri berpusat hanya pada individu. Kemudian ketika lingkaran pengalaman bertumbuh maka diri bertambah luas meliputi nilai-nilai dan cita-cita yang abstrak. Dengan kata lain orang menjadi matang, dia mengembangkan perhatian-perhatian diluar diri. Orang harus menjadi partisipanyang langsung dan penuh. Allort menamakan ini “partisipasi otentik yang dilakukan oleh orang dalam beberapa suasana yang penting dari usaha manusia”. Orang harus meluaskan diri ke dalam aktivitas.
Aktivitas itu lebih berarti bagi anda daripada pendapatan yang diperoleh aktivitas itu memuaskan kebutuhan-kebutuhan lain juga.
2. Hubungan Diri yang Hangat Dengan Orang Lain.
Allport membedakan menjadi dua macam kehangatan yaitu, kapasitas keintiman dan kapasitas untuk perasaan terharu. Orang yang sehta psikologisnya mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orang tua, anak, partner, dan teman akrab. Cinta dari orang-orang sehta adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat.
3. Keamanan Emosiaonal
Sifat dari kepribadian yang sehat ini meliputi beberapa kualitas, kualitas utama adalah penerimaan diri. Keprtibadian-kepribadianyang sehat mampu menerima semua segi dari ada mereka, termasuk kelemahan dan kekurangan tersebut. Kualitas dari kemanan emoisaonal ialah apa yang disebut Allport “sabar terhdap kekecewaan”.
4. Persepsi Realistis
Orang-orang yang sehat tidak perlu percaya bahwa orang lain atau situasi semuanya jahat atau semuanya baik menurut suatu prasagka pribadi terhadap realitas. Mereka menerima realitas sebagaimana adanya.
5. Keterampilan-Keterampilan dan Tugas-Tugas
Allport mengemukakan bahwa ada kemungkinan orang-orang yang memiliki keterampilan menjadi neurotis. Akan tetapi tidak mungkin menemukan orang-orang yang sehat dan matang yang tidak mengarahkan keterampilan mereka pada pekerjaan mereka.
6. Pengenalan Diri
Pengenalan diri yang emadai menurut pemahaman tentang hubungan/ perbedaan antara gambaran tentang diri yang dimiliki sesorang dengan dirinya menurut keadaan yang sesungguhnya. Orang yang sehat terbuka pada pendapat orang-orang lain dalam merumuskan suatu gambaran diri yang objektif.
7. Filsafat Hidup yang Mempersatukan
Orang-orang yang sehat melihat ke depan, didorong oleh tujuan dan rencana jangka panjang. Orang-orang ini mempunyai suatu perasaan akan tujuan, suatu tugas untuk bekerja sampai selesai, sebagai batu sendi kehidupan mereka. Allport menyebut dorongan yang mempersatukan ini “arah” dan lebih kelihatan pada kepribadian yang sehat daripada yang neurotis.

Featured Games

Amalia Septiana © 2014 - Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com