kursor

LOL - Rage Face Comics
Free Clock

Senin, 22 Desember 2014

DEFINISI, PROSES, DAN HAMBATAN KOMUNIKASI

 (Definisi, Proses, Dan Hambatan Komunikasi)
KOMUNIKASI
adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana dapat kita lihat komunikasi dapat terjadi pada setiap gerak langkah manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain dilingkungannya. Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan  orang lain dilingkungannya adalah komunikasi baik secara verbal maupun  non verbal    ( bahasa tubuh dan isyarat yang banyak dimengerti oleh suku bangsa).
DEFINISI      
Istilah komunikasi berasal dari kata Latin  Communicare atau Communis yang berarti  sama  atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti  kita berusaha agar  apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.
Beberapa definisi komunikasi adalah:
  1. Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti/makna yang perlu dipahami bersama oleh  pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi  (Astrid).
  2. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).
  3. Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981).
  4. Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W)
  5. Komunikasi  adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT, Lembaga Administrasi).
TUJUAN KOMUNIKASI
Hewitt (1981), menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut:
  1.     Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
  2.     Mempengaruhi perilaku seseorang
  3.     Mengungkapkan perasaan
  4.     Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
  5.     Berhubungan dengan orang lain
  6.     Menyelesaian sebuah masalah
  7.     Mencapai sebuah tujuan
  8.     Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik
  9.     Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain
HAMBATAN KOMUNIKASI
  1.  Hambatan dari Proses  Komunikasi
  • Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi  oleh perasaan atau situasi emosional.
  • Hambatan dalam penyandian/simbol
Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti  lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
  • Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
  • Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
  • Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada  saat menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
  • Hambatan dalam memberikan  balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.
  1.  Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.
  1.  Hambatan Semantik.
Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi  kadang-kadang mempunyai  arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima
  1.  Hambatan Psikologis 
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim  dan penerima pesan.
PROSES KOMUNIKASI
Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar  sebagai berikut :
Pengirim pesan > , penerima pesan> dan  pesan

Semua fungsi manajer melibatkan  proses komunikasi. Proses komunikasi dapat dilihat pada skema dibawah ini :
Diagram Proses Komunikasi
  1. Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide  untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan   dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan  atau diekspresikan  oleh pengirim pesan.  Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.
Materi pesan dapat berupa :
  1. Informasi
  2. Ajakan
  3. Rencana kerja
  4. Pertanyaan dan sebagainya
  1. Simbol/ isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat       dipahami oleh  orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan  penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah tertentu.
  1. Media/penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar,  papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan  yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb.
  1. Mengartikan kode/isyarat
Setelah  pesan diterima  melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka  si penerima pesan  harus dapat mengartikan  simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti /dipahaminya.
  1. Penerima pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan  dari sipengirim  meskipun dalam bentuk code/isyarat  tanpa mengurangi arti pesan  yang dimaksud oleh pengirim
  1. Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi  kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting  bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung  yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak
Balikan yang diberikan oleh orang lain  didapat dari pengamatan pemberi balikan  terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan  menggambarkan perilaku penerima pesan  sebagai reaksi  dari pesan  yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan  kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.
  1. Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi, akan tetapi mempunyai pengaruh dalam  proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah  hal yang  merintangi atau menghambat  komunikasi  sehingga penerima salah menafsirkan pesan  yang diterimanya.
Sumber :
Jones, Gareth R. Organizational Theory : Text and Cases, Addison Wesley, 1995
Robbins, Stepehen P. Managing Today, 2nd Ed, Prentice Hall, 2000
Stoner, James A.F., et al., Management, 6th Ed., Prentice Hall Inc, Englewood Cliffs, 1995
C.S., Raymond. 1977. Organizational Behavior: A Book Reading. New York: McGrawHill.

Manajemen dan Kepemimpinan

Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. Kata manajemen di ambil dari kata bahasa inggris yaitu “manage” yang berarti mengurus, mengelola, mengendalikan, mengusahakan, memimpin
Fungsi Manajemen.
a.Perencanaan: Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
b.Pengorganisasian: Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh,sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif,dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efesien guna pencapaian tujuan organisasi.
c.Pengarahan: Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
d.Pengendalian: Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan,diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
Unsur-unsur Manajemen
Unsur manajemen adalah sesuatu yang menjadi bagian mutlak sebagai pembentukan manajemen banyak yang mengemukakan bahwa unsur manajemen seperti yang dikemukakan oleh G.R Terry dengan istilah the six M’S in management (6M didalam manajemen),yaitu man, money, materials, market and methods. Dengan melalui kerjasama dengan orang lain serta dengan pemanfaatan sumber-sumber lain yang tersedia maka unsur-unsur manjemen meliputi:
  1. Manusia ( manusia pemimpin, manusia pelaksana, manusia objek pelaksana)
  2. Tujuan yang hendak dicapai sebagai pemegangan titik pengarahan
  3. Wadah yakni badan/ organisasi sebagai tempat orang-orang melakukan kerja sama
  4. Alat atau sarana mencapai tujuan
  5. Kegiatan/ aktivitas seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dsb
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkan kekuasaan adalah
  • Pengertian kepemimpinan menurut para ahli
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) pengertian kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) pengertian kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership  tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin  mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership  sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).
Fungsi kepemimpinan yaitu :
Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :
> Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
> Fungsi sebagai Top Manajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controling, dsb.
 Tugas Kepemimpinan
Sedangkan tugas kepemimpinan yaitu, melaksanakan fungsi-fungsi manajemen seperti yang telah disebutkan sebelumnya yang terdiri dari: merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi. Terlaksananya tugas-tugas tersebut tidak dapat dicapai hanya oleh pimpinan seorang diri, tetapi dengan menggerakan orang-orang yang dipimpinnya. Agar orang-orang yang dipimpin mau bekerja secara erektif seorang pemimpin di samping harus memiliki inisiatif dan kreatif harus selalu memperhatikan hubungan manusiawi. Secara lebih terperinci tugas-tugas seorang pemimpin meliputi: pengambilan keputusan menetapkan sasaran dan menyusun kebijaksanaan, mengorganisasikan dan menempatkan pekerja, mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan baik secara vertikal (antara bawahan dan atasan) maupun secara horisontal (antar bagian atau unit), serta memimpin dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan.

Pengertian Perencanaan dan Langkah-langkah Perencanaan

  • Perencanaan (planning)
Perencanaan adalah kegiatan atau proses membuat rencana yang kelak dipakai perusahaan dalam rangka melaksanakan pencapaian tujuannya. Didalam kegiatan-kegiatannya perusahaan banyak berhadapan dengan berbagai keterbatasan sumber daya seperti tenaga kerja, dana, waktu, peralatan dan kemampuan. Krena itu, dengan adannya rencana, kegiatan diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien , terlebih lagi dalam rangka melaksanakan roda perusahaan yang kompleks dan penuh persaingan
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana dan oleh siapa. Perencanaan adalah proses dasar dimana manajemen memutuskan tujuan dan cara mencapainya. Perencanaan dalam organisasi adalah esensial, dalam kenyataannya perencanaan memegang peranan lebih dibanding fungsi-fungsi manajemen lainnya. Fungsi-fungsi pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sebenarnya hanya melaksanakan keputusan-keputusan perencanaan. Perencanaan yang baik dapat dicapai dengan mempertimbangkan kondisi di waktu yang akan datang dalam perencanaan dan kegiatan yang diputuskan akan dilaksanakan, serta periode sekarang pada saat rencana dibuat.
Menurut Koontz & O’Donnell (1972), Siagian (1994), Terry (1975), Abdulrachman (1973) dan Stoner & Wankel. Dari banyak pendapat ahli itu, penulis mencoba merangkum arti perencanaan.
Perencanaan adalah suatu proses atau salah satu fungsi manajemen yang merupakan keputusan dalam memperkirakan (mengasumsikan atau mempreiksikan tindakan-tindakan) kebutuhan organisasi di masa yang akan datang.
  • Langkah-langkah dalam perencanaan
  1. Menentukan tujuan yang akan dicapai ; syarat tujuan : jelas, dapat dicapai,dan tidak terlalu ringan.
  2. Menentukan kedudukan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan yang akan dicapai (tujuan antara atau sub tujuan)
  3. Menentukan faktor-faktor yang mendukung dan yang mengambat tercapainya tujuan tersebut.
  4. Merumuskan kegiatan yang harus dilaksanakan
  • Kasus : Batam Kekurangan Tenaga Kerja
Berbagai macam perusahaan yang ada di Batam sampai saat ini masih kekurangan untuk mendapatkan tenaga kerja yang terampil, atau terdidik guna memenuhi kebutuhan perusahaan. Hal ini bisa dilihat dari tahun 2009 yang dinutuhkan mencapai 5000 orang, tetapi hanya dapat terpenuhi 3000 orang saja, kata Wali Kota Batam Ahmad Dahan di Surakarta, jum’at (18/6). Wali Kota Batam Ahmad Dahan, mengatakan hal ini sesuai penandatanganan kerja sama dengan pemerintah Kota Surakarta, dalam bidang ketenagakerjaan di Loji Gandrung, Solo.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan anatar Wali Kota Batam, Ahmad Dahan dan Wali Kota Solo, Joko Widodo. Melalui kerjasama berikut diharapkan mampu mengatasi masalah pengangguran dan meningkatkan perekonomian dikedua daerah “seperti di industri elektronik, kami membutuhkan tenaga kerja terlatih. Sebenernya di Batam juga masih banyak pengangguran tapi sebagian besar bukan merupakan tenaga kerja terampil yang siap bekerja, sehingga tetap saja membuat Batam kekurangan tenaga kerja”katannya’
Apalagi melalui Solo Techo Park (STP), lembaga pelatihan tenaga kerja terampil dikota Solo ditargetkan mampu mencetak sebanyak 3000 sampai dengan 4000 orang tenaga kerja siap pakai yang terampil dan juga yang terdidik ditiap tahunnya.
“Ditambah lulusan SMK di Solo yang juga tiap kerja bisa mengisi diperusahaan elektronik di Batam. Kesepakatan ini akan segera ditindak lanjuti dan tahun depan harus sudah terlaksana”
Pembahasan dan solusi kasus :
  • Memberikan pelatihan kerja kepada masyarakat Batam, supaya masyarakat Batam bisa menjadi sumber daya manusia yang terampil
  • Menajalin kerja sama dengan bebrapa daerah yang memiliki tenaga kerja terampil
Sumber:
  1. Dewi Hanggraeni, SE,. MBA, Dr.  Manajemen Sumber Daya Alam
                               halaman 50-51, Lembaga penerbit Fakultas Ekonomi UI
  1. Mulyadi. 2007. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen.
                               Jakarta: Salemba Empat
  1. Husein Umar, SE,. M.M,. MBA. 2000. Business an Introducion.
                                 Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Perencanaan Penetapan Manajemen

  • Manfaat Perencanaan
Sebagai langkah awal dari kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan, perencanaan memiliki manfaat-manfaat sebagai berikut :
  1. Perecanaan dapat membuat pelaksaan tugas menjadi tepat dan kegiatan tiap unit akan terorganisasi menuju arah yang sama.
  2. Perencanaan yang disusun berdasarkan penelitian yang akurat akan menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi
  3. Perencanaan memuat standar-standar atau batas-batas tindakan dan biaya sehingga memudahkan pelaksanaan pengawasan.
  4. Perencanaan dapat digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan, sehingga aparat pelaksana memiliki irama atau gerak dan pandangan yang sama untuk mencapai tujuan perusahaan
Manfaat yang didapatkan dari proses perencanaan bersifat actual, yaitu berwujud           dokumen perencanaan, bagi staf dan para pengelola yayasan, proses perencanaan            memberikan kekuatan yang efektif dalam menjalankan peran staf dan pengelola            tersebut. Selain itu, dokumen perencanaan juga merupakan sarana yang efektif dan            efisien dalam mengelola yayasan.
  • Jenis Perencanaan dalam Organisasi
      Perencanaan pada tingkatan manajemen organisasi dibedakan dalam tiga jenis        perencanaan yaitu sebagai berikut:
  1. Perencanaan strategi dibuat oleh manajemen puncak dengan jangka panjang untuk kurun waktu lebih dari lima tahun yang memperlihatkan tujuan organisasi dalam posisi dengan lingkungan.
  2. Perencanaan taktis dibuat oleh manajemen puncak dan menengah dengan jangka waktu 1 sampai 5 tahun yang didalamnya mengatur sumber-sumber        yang akan digunakan untuk menolong organisasi dalam mencapai tujuan        strategis
  3. Perencanaan operasional dibuat oleh manajemen menengah dan bawah untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun. Rencana ini sifatnya spesifik dan berwujud             yang didalamnya terdapat resiko, akan tetapi biasannya banyak informasi yang     masuk ketangan manajer dalam pengambilan keputusan
Contoh kasus
Saat ini banyak perusahaan memiliki kemampuan untuk memiliki teknologi canggih. Akan tetapi, hanya sedikit perusahaan yang berhasil mencapai tujuannya dengan memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kemampuan sumber daya manusia yang tersedia.
Manusia merupakan sumber daya yang paling penting bagi suatu organisasi dalam usaha untuk mencapai tujuannya. Belapapun sempurnanya aspek teknologi dan keuangan, tanpa didukung oleh aspek manusianya, maka tujuan organisasi akan sulit dicapai. Atas dasar itulah maka faktor sumber daya manusia dalam suatu organisasi harus senantiasa dibina dan dikembangkan.
PT. Indoplast Buana Raya merupakan suatu perusahaan subkontraktor dari suatu perusahaan elektronik Jepang, AIWA. Perusahaan ini memproduksi plastik injection moulding berupa kotak (casing) dari produk elektronik AIWA, misalnya casing walkman, compo, discman, serta tombol-tombol pengoperasiannya.
Kendala kendala yang dihadapi oleh PT. Indoplast Buana Raya berkaitan dengan kualitas produk dan pelayanan delivery on-time. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia perusahaan tersebut.
Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, maka disusunlah suatu strategi pengembangan sumber daya manusia, yang tentunya mengacu pada kekuatan dan kelemahan SDM tersebut, dan dipengaruhi oleh aspek keuangan, teknologi, sosial, dan budaya perusahaan. Strategi pengembangan sumber daya manusia di PT. Indoplast terdiri dari: mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan yang sesuai, mengembangkan sistem penilaian prestasi kerja dan sistem pemberian imbalan, mengefektifkan pelaksanaan rekrutmen dan seleksi, perencanaan anggaran untuk SDM, serta membina hubungan dan komunikasi karyawan. Dari perumusan strategi pengembangan sumber daya manusia ini maka dapat disusun program pengembangan sumber daya manusia untuk jangka pendek dan jangka panjang disertai dengan saran dan tindak lanjutnya.
Kesimpulan : Contoh kasus diatas merupakan salah satu jenis perencanaan    dalam organisasi yang ke satu yaitu perencanaan strategi atau perencanaan jangka panjang yang membahas tentang sumber daya alam yang kurang kompeten dan dilakukan strategi pengembangan SDM yitu dengan cara mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan yang sesuai
Sumber :
  1. Alam S., MM, Drs. 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII StandarIsi 2006.    Jakarta: Erlangga
  1. Ricky, Griffin. 2004. Manajemen Jakarta: Erlangga
  1. Boome, Louis E dan  Kurta, David I. 2007. Pengantar Bisnis
                                      Kontemporer. Jakarta: Salemba Empat
  1. SE., AKT., M.B.A., Ph.D, Indra Bastian. 2007. Akuntansi Yayasan dan
                                   Lembaga Publik. Jakarta: Erlangga
  1. Mulyadi. 2007. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen.
                                 Jakarta: Salemba Empat

Pengorganisasian Struktur Manajemen

Pengorganisasian (Organization)
Pengorganisasian merujuk kepada proses menetapkan kegunaan bagi semua sumber organissi secara tersusun dalam sistem pengurusan (Certo, 1997: 228). Fokus utama proses pengorganisasian ialah dalam menetukan apa yang pekerja secara perseorangan akan buat dalam sebuah organisasi dan bagaimana usaha mereka secara perseorangan itu seharusnya digabungkan mengikuti cara yang paling baik bagi menjamin tercapainya matlamat organisasi.
Walaupun definisi pengorganisasian yang telah dikemukakan, pengorganisasian secara umum boleh dianggap sebagai proses membuat keputusan mengenai cara yang terbaik untuk mengumpulkan, mengagihkan dn menyelaraskaan aktivi-aktivi dan sumber-sumber organisasi agar matlamatnya dapat dicapai.
Berikut ini merepakan definisi pengorganisasian menurut para ahli :
  1. Menurut Hellriegel dan Slocum (1996:9). Pengorganisasian adalah proses pembentukan struktur perhubungan yang membolehkan pihak pengurusan melaksanakan pelan dan seterusnya memnuhi matlamat organisasi.
  2. Menurut Stoner et al (1995:11). Pengorganisasian adalah proses menyusun dan mengagihkan kerja, autoriti dan sumber di kalangan ahli organisasi supaya mereka dapat mencapai matlmatnya.
  3. Menurut Bartol & Martin (1994:7). Pengorganisasian adalah proses mengagihkan dan menyusun sumber manusia dan bukan manusia supaya pelan dapat dilaksanakan dengan jayannya.
Jenis-jenis Organisasi menurut Tosi, Rizzo, Carroll :
  1. Organisasi Mekanistik (OM)
  2. Organisasi Organik (OO)
  3. Organisasi Campuran Dominansi Teknologi (OCDT)
  4. Organisasi Campuran Dominansi Pasar (OCDP)
  1. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi adalah kesesuaian pembagian pekerjaan antara struktur dan fungsi, di mana terjadi penumpukan atau kekosongan pelaksaan pekerjaan, dan ada tidaknya hubungan dan urutan di antara unit-unit kerja yang ada.
Pengertian struktur organisasi menurut para ahli adalah sebagai berikut:
  1. Menurut Gomez-Mejia dkk (2004). Struktur Organisasi adalah hubungan formal maupun informal antaranggota suatu organisasi.
  2. Menurut Robbins (2004). Struktur Organisasi adalah menjelaskan tentang bagaimana suatu tugas atau pekerjaan secara formal dibagi, dikelompokan, dan di koordinasikan.
  3. Menurut Thompson dan Strickland (1993). Berpendapat bahwa struktur organisasi yang tepat bagi suatu organisasi sangat tergantung pada strategi bisnis yang dipilih.
Saat ini terdapat 6 macam struktur organisasi yang biasa dijumpai dalam suatu organisasi, yaitu:
  1. Struktur Garis
Struktur ini merupakan struktur organisasi yang paling tua dan sederhana, di mana kekuasaan mengalir secara vertikal dari tingkat yang paling atas, melalui tingkat menengah, dan sampai di tingkay bawah. Aktivitas pada organisasi ini biasannya diasoslasikan secaa langsung dengan pencapaian tujuan utama perusahaan
  1. Struktur Garis dan Staf
Struktur ini hampir sama dengan struktur garis, dengan satu dimensi tambahan berupa aktivitas staf ahli yang mendukung aktivitas struktur garis dengan memfasilitasi pencapaian tujuan utama organisasi. Adapun karakteristik wewenang langsung maupun aktivitas secara langsung berhubungan dengan pencapaian tujuan utama perushaan dari struktur garis masih ada
  1. Struktur Fungsional
Struktur ini banyak ditemukan pada organisasi atau perusahaan yang mempunyai area spesialis sebagai dasar eksistensi sebuah departemen. Misalnya, pada perusahaan industri area spesialisasi dapat di klasifikasikan sebagai berikut: produksi, penjualan, pemasaran keuangan, hubungan masyarakat, dan lain sebagainya.
  1. Struktur Produk
Struktur ini digunkan jika perusahaan memutuskan untuk menggunakan produk yang mereka hasilak sebagai dasar penetapan atau pembuatan struktur organisasi sebuah perusahaan
  1. Struktur Komite
Meskipun tidak semua sependapat bahwa struktur komite merupakan salah satu jenis struktur perusahaan, struktur ini memberikan fungsi utama pada kebanyakan perusahaan
  1. Struktur Matriks
Struktur ini merupakan struktur terbaru dari semua stuktur organisasi yang ada dan paling sering digunakan oleh perusahaan yang melakukan proyek yang rumit
Konflik dalam Organisasi (contoh kasus)
Dana merupakan jantung dari jalannya kegiatan operasional suatu organisasi. Di dalam pemasukkan dana suatu organisasi pasti akan adanya lebih-kurang yg terjadi di dalam dana fisik dengan dana nonfisik (dana yg tercantum dalam pembukuan). Terkadang hal itu terjadi dikarenakan 2 hal; akuntannya yg tidak jujur, atau memang dana itu hilang atau terjai kesalahandipembukuan.
Lalu bagaimana cara penyelesaiannya ? Penyelesaiannya, yg namanya masalah uangadalah masalah yg memang paling sulit. Intinya, pemimpin tertinggi harus cerdik dalam merekrut akuntan untuk organisasi yg dijalakannya, maka dari awal perlu dipilih orang yang memiliki jiwa kejujuran yang tinggi. Seandainya yg terjadi, memang dana itu hilang atau terjadi kesalahan di dalam pembukuan, sebagai pemimpin tertinggi kita harus tegas terhadap bawahannya. Akuntan harus mengganti dana yg hilang dengan memotong gajinya, sehingga akuntan akan lebih berhati2 dalam bekerja. Dalam cara ini, pemimpin bukannya kejam, akan tetapi mau mendisiplinkan bawahannya dengan aturan yg tepat. Jika yg terjadi adalah dana itu dirampok, dan sudah jelas pemimpin tahu dana itu hilang karena dirampok. Tidak baik juga aturan sebelumnya dilaksanakan. Apalagi jika dana yg hilang cukup besar. Disini pemimpin harus bijaksana dalam mengambil keputusan, sebaiknya masukkan saja dana yg hilang itu ke dalam pembukuan sebagai biaya lain-lain.Dengan demikian, sang akuntan pun akan merasa bersalah karena dia tidak dapat menjaga dana tersebut dengan baik, sehingga dia akan bekerja lebih baik dan memiliki rasa hutang budi terhadap pemimpinnya.
Kesimpulannya: memiliki pengorganisasian dan struktur organisasi dalam suatu perusahan memang hal wajib, terbukti dengan kasus diatas seorang akuntan dibutuhkam daam sebuah pengorganisasian dalam bidang keuangan. Tanpannya keuangan di perusahan sudah pasti tidak bisa teratur dan banyak kecurangan dan struktur organisasi dari sang atasan lah yang paling berwenang dalam mengambil sebuah tindakan pada bawahannya yang melakukan kelalaian

Sumber:
  • Samba, S.Kp, M.Kes, Suharyati dra. Dkk. 1994. PENGANTAR KEPEMIMPINAN
DAN MANAJEMENKEPERAWATAN UNTUK PERAWAT KLINIS. Jakarta: buku kedokteran EGC
  • Nasarudin, Aizzat Mohd. 2006. Pengantar Pengurusan. Kuala Lumpur: Utusan
Publications & Distributors Sdn Bhd Pusat Pengajian Pendidikan Jaraj Jauh Universitas Sains Malaysia
  • Tangkilisan, Hessel Nogi S. 2005. Manajemen Publik.
Jakarta: PT Grasindo
  • Munandar, Ashar Sunyoto. 2008. PSIKOLOGI INDUSTRI dan ORGANISASI.
Jakarta: Universitas Indonesia
  • Griffin, Ricky W & Ebert, Ronald J. 2007.
Jakarta: Erlangga
  • Sukoco, Badri M. 2007. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern.
Jakarta: Erlangga

KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN: Definisi komunikasi interpersonal efektif, Model pengolahan informasi, Model interaktif manajemen

KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN: Definisi komunikasi interpersonal efektif, Model pengolahan informasi, Model interaktif manajemen
  1. Definisi Komunikasi Interpersonal Efektif ; componential & situational.
Komunikasi interpersonal diistilahkan sebagai komunikasi yang tetrjadi antara beberapa individu (bukan banyak individu) yang saling kenal satu sama lainnya dalam periode waktu tertentu. Degnan kata lain, seseorang akan memandang individu lain sebagai seorang yang unik, tergantung dari kualitas hubungan interpersonal dengan orang tersebut. Dengan demikian, ada fakta yang harus kita perhatikan, bahwa dalam berkomunikasi perhatian kita justru lebih tertuju kepada figur orang yang berkomunikasi dengan kita. Dari perbedaan latar belakang pendidikan, latar belakang budaya, perbedaan kemampuan, perbedaan karakter dari tiap orang dan faktor-faktor lainnya akan mempengaruhi tingkat keefektifan komunikasi.
Berkomunikasi dengan orang lain baik secara tatap muka langsung maupun dalam kelompok, dengan menggunakan berbagai media, yang disebut komunikasi interpersonal.
  1. Definisi berdasarkan komponen(componential)
Definisi berdasarkan komponen menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya dalam hal ini, peyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera.
  1. Definisi berdasarkan hubungan diadik(dyadic)
Komunikasi antar pribadi (interpersonal comunication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap para pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun non verbal. Komunikasi antar pribadi ini adalah komunikasi diadik yang melibatkan hanya dua orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru murid. Ciri-ciri komunikasi diadik adalah pihak-pihak yang berkomunikasi berada dalam jarak yang dekat, pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerima pesan secara spontan.
  1. Definisi berdasarkan pengembangan(developmental)
Komunikasi antar pribadi dilihat sebagai akhir dari perkembangan dari komunikasi yang bersifat tak pribadio atau interpersonal. Pada suatu ekstrim menjadi komunikasi pribadi atau intim pada ekstrim yang lain. Perkembangan ini mengisyaratkan atau mendefinisikan pengembangan komunikasi antar pribadi.
  1. Model Pengolahan Informasi ; rational, limited capacity, expert, dan cybermatic.
Model-model Pengolahan Informasi pada dasarnya menitikberatkan pada cara-cara memperkuat dorongan-dorongan internal (datang dari dalam diri) manusia untuk memahami dunia dengan cara menggali dan mengorganisasikan data, merasakan adanya masalah dan mengupayakan jalan pemecahannya, serta mengembangkan bahasa untuk mengungkapkannya. Model Pengolahan informasi berorientasi pada :
  1. Proses Kognitif
  2. Pemahaman Dunia
  3. Pemecahan Masalah
  4. Berpikir Induktif
  1. Model interaktif manajemen.
  2. Confidence
Dalam manajemen timbulnya suatu interaksi karena adanya rasa nyaman. Kenyamanan tersebut dapat membuat suatu organisasi bertahan lama dan menimbulkan suatu kepercayaan dan pengertian.
  1. Immediacy
Ini adalah model organisasi yang membuat suatu organisasi tersebut menjadi segar dan tidak membosankan
  1. Interaction management
Adanya berbagai interaksi dalam manajemen seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang bersangkutan
  1. Expressiveness
Mengembangkan suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku.
  1. Other-orientation
Dalam hal ini suatu manajemen organisasi berorientasi pada pegawai.
Dapus:
Joseph A. Devito, Komunikasi Antar Manusia .Jakarta:
Profesional book, edisi 5, Hal. 231.
Handoko, T. Hani. (1986). Manajemen. Yogyakarta:
BPFE hal 296.
Hasibuan, M. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia.
Jakarta: Bumi Askara Jakarta.

Minggu, 05 Oktober 2014

Minggu ke 1

Minggu 1
 
Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20.  Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga , yaitu:
  1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
  2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
  3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
    Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
    Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan , http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen

Featured Games

Amalia Septiana © 2014 - Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com